Seharusnya/Sepantasnya (feat. Adam Febrian &

Seharusnya/Sepantasnya (feat. Adam Febrian &"Duckworth")

歌手:Normatif

时间:2022-04-28

    使用手机浏览器「扫一扫」

    在手机上保存,获得更好体验

标签
猜你喜欢的歌曲
歌词

Kita kan berjaya bersama dalam cahaya

Menuai luka derita jadi surga

Berlabuh di tempat yang lebih terpuja

Bertumpu pada dirinya

Persembahkan diriku

Cahaya duniamu

Yakinlah diriku

Takdir Utusan untukmu

Berilah Kuasamu

Permudahkan Langkahku

Kuatkanlah diriku

Mengantarkan darmamu

Berseru sebut namaku

Tuturkan peraduanmu

Pantaskah diriku

Mari kita ulurkan tangan

Pada bibir bibir yang bergelut ujaran

Bergulat pada kebencian

Di tanah nirvana semua warna adalah sama

Di bawah bendera yang berbeda

Biarkan teriakan dosa itu berkutat pada ahli khotbah yang paling suci

Atas nama distorsi

(Lambat laun kau akan mengerti)

Demonstrasi penobatan ras yang abadi

Disiarkan langsung dari sosial media

Terlepas dari ragam berita

Dari sejuta warna berbeda

Dan makna yang sama

Mencuat sebuah nama

Pada politik yang anti kritik

Pada limbah plastik yang pekik

Pada tren busana yang merana

Pada budaya yang tak berdaya

Teruntuk pemuja nama sosial

Puja puji dunia maya

Beribadah pada garis waktu

Oleh para bedebah

Jangan empati

Sebelum imaji

Kurang abadi

Tempat ibadah sudah berdiri tegak

Atas nama yang dipuja dan dipuji

Yang tersisa adalah sepotong imaji

Pasang surut menghadapi laut yang berdiri tegak

Layar terkembang

Pelayaran tak berlabuh

Terjang menerjang ragu yang tak kunjung hilang

Pada kicauan pilu burung camar

Tak ada yang mendengar dan menerima sadar

Takdir yang enggan berlaut

Terombang ambing janji

Diantara buritan dan kemudi

Tak kunjung sampai

Pelabuhan karang imaji

Belum selesai

Belum sampai

Ketika hukum rimba belum menjadi peluru yang berlari

Jiwa yang tenggelam

Semakin mabuk laut yang dalam

Merasuki ragu yang semakin kelam

Terdampar diatas sebab

Terbenam dibawah akibat

Diselamatkan malam

Dikepung hukum rimba

Kelopak bunga yang diterkam paru burung

Susu sapi yang diperas taring

Yang hilang semakin jalang

Yang dikekang meronta menjadi bajingan

Peristiwa hutan kota

Didalam keadilan yang dipilih adalah kemaluan

Memanusiakan manusia dengan hukum rimba

Pertanyaan sudah dikeluarkan

Keraguan bukan jawaban

Kegilaan adalah jembatan

Seruan yang sama

Seruan yang seharusnya

Puja puji pendosa

Yang berlabuh pada pemberontakan sunyi

Rekonsiliasi ras berbeda

Tempat ibadah virtual bersama

Karam dalam ombak

Arung laut tegang tak henti temu tenang

Menerima tanda tanda

Manusia sudah dihukum dengan cara rimba

Teriakan yang tertindas tak tentu arah

Ujaran pasrah

Jabatlah tangan sang pencerah

Sambangi jalan yang merekah

Selamat datang di dunia baru

Dunia yang seharusnya

Dunia yang sepantasnya

展开显示全部歌词