(Verse 1 – Cepat & Agresif)
Di bawah cahaya bulan yang redup,
Bayang gelap berkuasa di tubuh!
Mereka bersumpah tuk lindungi tanah,
Namun menusuk dengan senyum ramah!
Rakyat menangis, harapan terkikis,
Di balik topeng, iblis berbisik!
Demi tahta, demi harta,
Mereka jual tanah pusaka!
---
(Pre-Chorus – Melodi Epik, Harmoni Vokal Tinggi)
Hukum dibeli, keadilan terkubur!
Kebohongan jadi aturan!
Mereka berpesta, di atas derita,
Menari di surga yang mereka cipta!
---
(Chorus – Nada Tinggi, Singalong Epic, Choir Backing!)
Konoha! Surga para koruptor!
Di mana uang lebih berharga dari kehormatan!
Konoha! Negeri yang hancur!
Di bawah cakar para penguasa licik kejam!
---
(Verse 2 – Tempo Meningkat, Riff Gitar Lebih Liar!)
Dulu legenda, kini nestapa,
Pengkhianatan jadi mahkota!
Sumpah mereka hanya sandiwara,
Sementara rakyat terus merana!
Lihatlah rumah-rumah terbakar,
Anak-anak kelaparan liar!
Tapi mereka tetap tertawa,
Di istana emas yang megah!
---
(Pre-Chorus – Variasi, Suasana Makin Dramatis)
Hukum dibeli, keadilan terkubur!
Kebohongan jadi aturan!
Mereka berpesta, di atas derita,
Menari di surga yang mereka cipta!
---
(Chorus – Reprise, Dengan Lebih Banyak Energi & Power Chords Gila!)
Konoha! Surga para koruptor!
Di mana uang lebih berharga dari kehormatan!
Konoha! Negeri yang hancur!
Di bawah cakar para penguasa licik kejam!
---
(Bridge – Instrumental, Duel Solo Gitar Cepat, Keyboard Melodi Neo-Klasik, Drum Blast Beat Gila!)
(Breakdown – Suara Drum Perang, Suara Raungan Gitar, Lirik Berteriak!)
Runtuh! Bakar! Singgasana pengkhianat!
Bangkit! Lawan! Hancurkan sistem sesat!
---
(Final Chorus – Nada Tertinggi, Semua Instrumen Meledak!)
Konoha! Surga para koruptor!
Di mana keadilan jadi permainan mereka!
Konoha! Bangsa yang terkubur!
Jika kita diam, mereka terus berkuasa!
(Outro – Suara petikan gitar, gema suara pertempuran, keyboard fading out dengan suasana mencekam... Meninggalkan aura pemberontakan!)