Heningmu membungkam sunyi
Menjebak jiwaku di ambang sepi
Setiap detik terasa terhenti
Di ruang tunggu yang tak pasti
Aku berdiri, menanti kata
Di ujung jurang yang tak bertahta
Tolong sudahi siksa ini, nyatakan saja
Sebelum hati ini mati rasa
Bicaralah... atau bunuh aku sekalian.
Diammu itu, lebih perih dari tusukan.
Dan aku tersungkur di antara ketidakjelasan.
Aku tahu, di matamu yang beku, aku tak temukan ampunan.
Aku hanya ingin kau bicara, meski itu perpisahan.
Apa yang tersembunyi di balik tatapmu?
Sejuta tanya tanpa satu jawaban darimu
Aku rela patah, asalkan kau jujur
Daripada hidup di balik tirai kabur
Aku berdiri, menanti kata
Di ujung jurang yang tak bertahta
Tolong sudahi siksa ini, nyatakan saja
Sebelum hati ini mati rasa
Bicaralah... atau bunuh aku sekalian.
Diammu itu, lebih perih dari tusukan.
Dan aku tersungkur di antara ketidakjelasan.
Aku tahu, di matamu yang beku, aku tak temukan ampunan.
Aku hanya ingin kau bicara, meski itu perpisahan.
Katakan saja, bahwa ini akhir cerita
Biarkan air mata jadi saksi, bahwa kita
Takkan pernah kembali, takkan pernah lagi
Asal aku tak lagi tercekik sunyi
Bicaralah...
Bicaralah...
Jangan membatu..