Sekarang
Sematkan sebagian
Pahit pahit perkara
Sua sempitkan di dada
Setitik
Hidup hanya sedetik
Bersemi dan romantik
Aral justru pemercantik
Satu-satu, jangan diambrukkan semuanya
Nanti ‘kan kau jadi uring-uringan sendiri semalaman biasanya
Tak bisa tidur lelap walau cahaya pun telah mati
Berkerut dahinya karena kepala menjelajah ke sana, ke sini
Makanya
Duduk sejenak saja
Esok ’kan lebih hangat
Biar baik perangainya