
在手机上保存,获得更好体验
Di kala fajar menyingsingkan budi
Lahir yang sulung Alfiana Nur Janan
Wajahmu cerminan ketulusan hati
Saat Ayahanda belajar memberi
Lembut pekertimu, santun bahasa
Bagai melati di taman rasa
Meski dunia terkadang lara
Ketulusanmu tetaplah cahaya
Badai menderu, ekonomi pun pilu
Asmara Laksmi Hayuning Gayatri datang membawa rindu
Empat Lilitan pusar, pejuang yang tangguh
Membangkitkan Ayah dari yang rubuh
Engkau laksana keris yang tajam
Menjaga marwah di tengah kelam
Janganlah gentar, jangan terbungkam
Keberanianmu, semangat nan dalam
Awan pun tenang dendam pun hilang
Aksasena Satya hadir membawa terang
Lahirmu sungsang, delapan bulan
Walau sempat tak bernafas Kehadiran mu
membasuh luka yang pernah datang
Engkau si bijak penyejuk jiwa
Memaafkan lalu lupakan duka
Di tanganmu damai tercipta
Menenangkan hati yang pernah luka
Satu yang tulus, satu yang berani
Satu yang bijak, melengkapi diri
Jangan berpisah, genggamlah jemari
Warisan Ayah, sejatineng diri
Duhai anakku, permata ayahanda
Tumbuhlah kuat, berbudi mulia
Berbeda watak, satu nasibnya
Dalam doa Ayah, kalian bertahta
Tiga permata... dalam satu doa...
Membasuh duka... menjadi bahagia...