Ketika kelam meniti kehidupan
Gelap memayungi tepian jiwa
Tegak berdiri bersama angkara
Menikmati setiap nista yang ku temui
Sesat membaur dalam noktah kelam
Merentas senyap dalam paruh kehidupan
Akankah ada sebias cahaya datang
Sebelum dosa semakin berkerak di jiwa
Menghempas melintasi muara pesakitan
Mendayung biduk di samudra tak bertepi
Merajut simpony dalam tetes air kedamaian
Tertawa menari menuju neraka abadi
Simpony dalam jiwa menyenandungkan irama sunyi
Diantara runtuhan gelisah menghantui jiwa
Penyesalan tak pernah sentuh kalbuku