Aku diam, menelan sunyi dalam dada
Menahan ingin yang tak berujung kata
Rindu berisik di balik pikiranku
Mengulang bayangmu tanpa lelah waktu
Aku takut bila kujujurkan
Kau pergi, tinggalkan perasaan
Rindu ini tumbuh tanpa izin
Di antara jarak dan angin
Kutepis, namun kian mengakar
Di dasar hati yang tak sabar
Bila kau tahu tiap diamku
Ada namamu di setiap rindu
Tapi biarlah waktu bicara
Tentang rasa yang tak sempat kusapa
Kutulis senja tanpa warna
Saat bayangmu tak lagi sama
Namun tiap malam masih berbisik
"Apa kabar hati yang kau diamkan begitu lirih?"
Aku takut bila kujujurkan
Kau pergi, tinggalkan perasaan
Rindu ini tumbuh tanpa izin
Di antara jarak dan angin
Kutepis, namun kian mengakar
Di dasar hati yang tak sabar
Bila kau tahu tiap diamku
Ada namamu di setiap rindu
Tapi biarlah waktu bicara
Tentang rasa yang tak sempat kusapa
Mungkin jarak dicipta untuk menjaga
Agar cinta tak berujung luka
Namun dalam doa yang ku sembunyikan
Namamu tetap jadi tujuan
Rindu ini tumbuh tanpa izin
Di antara jarak dan angin
Kutepis, namun kian mengakar
Di dasar hati yang tak sabar
Bila kau tahu tiap diamku
Ada namamu di setiap rindu
Tapi biarlah waktu bicara
Tentang rasa yang tak sempat kusapa
Rindu ini tak lagi kutolak
Meski tak sampai, tetap ku simpan jejak
Di setiap napas, di setiap kata
Kau ada, meski tanpa suara