Terbentur, terbentur dan terbentuk
Itu kata pepatah
Yang dulu seperti menakutkan
Ternyata biasa saja
Awalnya ku sangka
Ku telah melihat semua
Di dunia
Rupanya ku salah
Langit tak berwarna
Daun pun tak bergerak
Nyatanya
Hambar nian terasa
Gempuranmu tak seberapa
Tak terjatuh dan ku tak apa
Kutukanmu biasa saja
Doa ibuku luar biasa
Walau badai kan mengguncang
Tak apa
Nanti waktu yang menjawab
Semuanya
Terabas saja
Apa yang di depan (lihat saja nanti)
Yang ‘kan terjadi
Lihat saja nanti (apa yang di depan)
Esok masih misteri
Dia sedekat nadi
Kita takkan abadi
Dia sedekat nadi
Ia ada sebelum semua ada
Gempuranmu tak seberapa
Tak terjatuh dan ku tak apa
Kutukanmu biasa saja
Doa ibuku luar biasa
Walau badai kan mengguncang
Tak apa
Nanti waktu yang menjawab
Semuanya
Terabas saja
Apa yang di depan (lihat saja nanti)
Yang ‘kan terjadi
Lihat saja nanti (apa yang di depan)