Lampu kota ini mulai memudar
Sama seperti janji yang kau tawarkan di teras belakang
Aku menghitung retakan di langit-langit kamar
Mencari wajahmu yang kini tak lagi bisa kupegang
Hening ini berisik, teriak di dalam kepala
Memaksaku ingat semua skenario yang berakhir cela
Dan kau bilang ini yang terbaik?
Saat nadiku berdenyut mengikuti detak konflik?
Selamat datang di reruntuhan yang kau buat!
Aku berdiri di tengah badai, memeluk rasa sakit yang hebat
Tuliskan namaku di atas debu dan sisa pembakaran
Karena aku hanyalah arsitek dari segala kehancuran!
Lupakan jalanku, hapus jejakmu
Kita hanyalah dua asing yang gagal menyatu!
Jam dinding berhenti di angka dua
Waktu yang sama saat kau putuskan untuk tak lagi menyapa
Botol-botol kosong jadi saksi bisu
Tentang bagaimana caraku menelan pahitnya rindu
Kau adalah racun yang kusukai warnanya
Indah dilihat, namun mematikan di dalam dada
Hancurkan saja!
Bakar semua memorinya!
Aku lelah berpura-pura bahwa kita baik-baik saja!
KITA TIDAK PERNAH BAIK-BAIK SAJA!
Selamat datang di reruntuhan yang kau buat!
Aku berdiri di tengah badai, memeluk rasa sakit yang hebat
Tuliskan namaku di atas debu dan sisa pembakaran
Karena aku hanyalah arsitek dari segala kehancuran!
Biarkan hujan menghapus arang ini...
Aku pulang... ke tempat di mana kau tak pernah ada...