
在手机上保存,获得更好体验
Pada akhirnya, semua kembali sendirian.
Manusia bertumbuh dan berkembang,
Mengenal diri sendiri dan orang lain,
Berdamai dengan diri, memanusiakan.
Di saat orang lain mencari keistimewaanmu,
Di situlah aku mencintai kesederhanaanmu.
Siapapun pernah menjadi rumah, tempat nyaman,
Ketika raga dan jiwa tak baik-baik saja.
Verse 2:
Terima kasih orang-orang baik yang selalu,
Memberikan dirinya menjadi rumah,
Telinga yang mendengarkan, bahu tempat ternyaman,
Hati yang memberikan ketenangan.
Pengalaman perjalanan kita berdua,
Suatu proses pendewasaan,
Terima kasih buat kamu dan waktumu dulu,
Yang telah menjadi bagian kisah hidupku ini.
Di saat orang lain mencari keistimewaanmu,
Di situlah aku mencintai kesederhanaanmu.
Siapapun pernah menjadi rumah, tempat nyaman,
Ketika raga dan jiwa tak baik-baik saja.
Foto dan kenangannya masih di galeri,
Orangnya sudah pergi.
Yang paling berjuang seringkali,
Menjadi yang terbuang.
Kita sebenarnya serasi,
Namun tak serasa.
Dia hanya membalas pesan,
Bukan perasaan.
Foto dan kenangannya masih di galeri,
Orangnya sudah pergi.
Yang paling berjuang seringkali,
Menjadi yang terbuang.
Kita sebenarnya serasi,
Namun tak serasa.
Dia hanya membalas pesan,
Bukan perasaan.
Sekarang hujan sudah reda,
Tugasku sebagai payungmu sudah usai,
Sekarang carilah pelangimu.