
在手机上保存,获得更好体验
Plonga-plongo… ngomong kosong muter-muter begitu
Plonga-plongo… jawabannya kayak awan lalu
Ditanya “gimana rencana?” dia cuma senyum lugu
Plonga-plongo… plonga-plongo… ya gitu.
Datang penuh gaya,
Tapi isinya cuma wacana
Suara lembut,
Tapi kalimatnya nggak mengarah ke mana-mana
Kalau disuruh jelasin,
Selalu bilang “iya nanti bisa…”
Padahal dari tadi,
Nggak ada satu poin pun yang jelas terasa.
Masyarakat nunggu jawaban,
Dia sibuk angguk-angguk doang
Ditanyain soal masa depan,
Ekspresinya malah kayak bingung pulang
Duh… gimana mau yakin,
Kalimatnya aja bimbang
Yang penting senyum manis,
Walau isi omongan kadang hilang.
Plonga-plongo… ngomong kosong muter-muter begitu
Plonga-plongo… jawabannya kayak awan lalu
Ditanya “gimana rencana?” dia cuma senyum lugu
Plonga-plongo… plonga-plongo… ya gitu.
Selalu hadir di kamera,
Tapi isi janji cuma drama
Nada bicara lembut,
Tapi jawabannya tak pernah nyata
Setiap debat ditanya,
Malah cerita hal yang nggak nyambung
Kita cuma bisa lihat,
Kok makin lama makin bingung?
Check—
Retorika banyak, isi tipis
Gestur elegan, tapi logika licin
Kalimat panjang, tapi makna minim
Kayak nonton trailer tanpa film
Santai tapi kosong,
Manis tapi tak padat
Publik nunggu arah jelas—
Dia sibuk senyum hangat.
Plonga-plongo… ngomong kosong muter-muter begitu
Plonga-plongo… jawabannya kayak awan lalu
Ditanya “gimana rencana?” dia cuma senyum lugu
Plonga-plongo… plonga-plongo… ya gitu.
Kalau mau jadi pemimpin,
Jangan cuma modal gaya
Plonga-plongo lucu sih…
Tapi masa depan bukan bercanda.