Pulang bukan lagi arahmuu
Langkahmu ringan, tak sempat pamit
Aku yang dulu jadi hangat
Kini hanya dinding yang kau lewati cepat
Kau lupa caraku menyambut
Dengan teh panas dan tanya yang tulus
Kini meja makan sepi sekali
Kursi yang biasa kau duduki pun dingin
Aku tak lagi jadi rumahmu
Tempatmu pulang, tempatmu diam
Bahkan bayangmu tak lagi singgah
Hanya kenang yang menetap dan retak
Kau bukan lagi pintu yang kukunci
Tapi angin yang bebas pergi
Tak apa, bila kau temukan atap lain
Yang tak bocor oleh ragu sepertiku
Dulu kita menyulam hari
Kini benangnya kusut, tak bisa kembali
Kau bilang:"rumah tak harus satu"
Lalu hilang sebelum kutanya maksudmu
Aku merapikan rindu tiap pagi
Kau menaruhnya di luar jendela
Katamu, maaf itu tak cukup
Padahal aku hanya ingin kamu pulang
Aku tak lagi jadi rumah nih
Tempatmu rebah, tempatmu lega
Kini kau berteduh di langit asing
Dan aku masih memayungi bayangmu sendiri
Aku pernah jadi lantai yang kau injak
Dan tak pernah mengeluh tentang beratmu
Tapi kini,
Langkahmu terlalu ringan untukku
Aku tak lagi jadi rumahmu
Tempatmu rebah, tempatmu lega
Kini kau berteduh di langit asing
Dan aku masih memayungi bayangmu sendiri
Aku tak lagi jadi rumahmu
Tempatmu rebah, tempatmu lega
Kini kau berteduh di langit asing
Dan aku masih memayungi bayangmu sendiri
Jika suatu hari kau lelah
Dan jalan tak lagi ramah
Maaf, rumah ini tak menunggu
Ia sudah belajar menjadi sunyi
Tanpamu.