Aptahiya
Waap salam
Ansarul halal kalam
Yo, yo, yo!
Jainudin ngaciro~, salam lagi…
Bab dua dimulai: Tobat Instan!
Yo, Jainudin balik lagi bro— katanya udah hijrah?!
Caption baru, “#HijrahBro”
Tapi jam 12 malam masih booking show
Sambil ceramah soal “ikhlas dan sabar”
Tapi invoice-nya minta dibayar segera, parah!
Ustaz instan dari timeline,
Ngaji cuma highlight, isi? Offline!
Bilang, “Alloh tau isi hati,” iya betul
Tapi netizen juga udah hafal pola tipumu tuh, full!
Astagfirullah, tapi endorse jalan terus ya bro!
Oh Jainudin…
Tobat instan!
Statusmu berubah…
Tapi dompet gak tahan!
Ngaku hijrah, tapi vibe-nya masih stan!
Drama suci tiap pekan,
Script-nya sama, cuma ganti peran!
Kau datang ke pesantren, bawa kru konten,
Senyum lima kali, shoot sepuluh segmen.
Katanya “dakwah kreatif,” tapi aku skeptis,
Sebab tiap doa disisipi tag bisnis.
“Bro, tobat gak butuh lighting tiga arah.”
Yo, kalau malaikat rekam,
mungkin formatnya bukan vlog haram.
Kau jual surga di paket premium,
tapi akhirat bukan program berbayar, bum!
Eh, Jainudin,
kau tobat tiap akhir tahun fiskal?
Wangi misik dari jubah barumu,
tapi uang rakyat masih di bawah bantal.
“Ya Rabbi, kami lelah jadi penonton sandiwara suci…”
Oh Jainudin…
Tobat instan!
Kamera jalan…
Pahala ditahan!
Sujudmu trending, tapi hatimu scan!
Drama iman makin lebay,
Tobat instant lanjut bab tiga, bye!
Aptahiya… salam akhir…
Tobatmu instan,
tapi dosamu lifetime version…
Ngaciro… Ngaciro…
To be continued… Bab Tiga – Lembah Fatamorgana!