Angin malam bertanya padaku
Masih kau simpan rindu itu
Kutunduk tanpa kata
Karena rindu ini tak pernah bisa kupadamkan bara
Kusimpan namamu di sela doa
Meski tak kau titipkan kabar di udara
Angin datang menyentuh dada
Dan setiap tiupnya membawa bayangmu pula
Angin rindu
Tak pernah salah alamat
Ia selalu menuju hatiku meski tak kau panggil pulang
Angin rindu
Saksi dari diamku yang tak pernah sembuh
Walau jarakmu kini lebih panjang dari waktu
Kau tak tahu
Betapa rindu bisa menjadi nyeri paling sunyi
Bahkan ketika aku tersenyum
Ada angin di dadaku yang menangis memanggilmu
Aku tak ingin mengganggu tidurmu
Aku hanya ingin kau tahu
Angin malam sering menyebut namamu dalam doaku
Angin rindu
Membawa napasku yang tercecer di bahumu
Angin rindu
Penyampai pesan dari jiwa yang belum bisa pulih darimu
Angin rindu
Jika kau dengar bisiknya
Itu bukan sekadar bayu
Itu aku yang belum tahu cara berhenti menunggumu