
在手机上保存,获得更好体验
Kuncir kembar terurai dalam angin sepói-pói sepulang sekolah
Apron pelayan bergoyang di senja yang mulai temaram
Kilatan kamera mewarnai dadaku menjadi putih bersih
Hanya untuk sedetik, aku merasa seolah masa depan pun terukir ke dalam film
Buih dari"bir draft dewa"
Meletup dan lenyap bahkan lebih ringan dari keinginanku sendiri
Setiap kali seseorang mengangkatku ke atas singgasana
Retakan kecil bergema jauh di dalam hatiku
Tenggelam dalam cinta dari para penggemarku
Apakah"panggung tak terkalahkan" itu tadinya hanya sebuah mimpi?
Malam adalah satu-satunya yang dengan lembut memelukku—
Aku, yang tidak pernah benar-benar bisa menjadi seorang idola
Aku benci versi diriku yang buram di dalam foto selfiku
Maka malam itu, dengan sebilah pisau, aku mengukir wajahku sendiri yang baru
Rumor di seluruh"bawah tanah fandom" menyebar dalam sekejap
Dan membakarku bersama dengan namaku sendiri
Akun alter rahasia seorang teman sedang menertawakanku
Luka yang kudapatkan hari itu masih terukir dalam di dalam
"Kau lebih baik seperti dirimu yang dulu"—
Satu kalimat itu secara diam-diam membunuhku di tempat aku berdiri
Bahkan ketika bel layanan pelanggan berdering
Label"mantan gadis poster"
Menarik dariku bagaikan gravitasi yang berat
Dan menyeretku turun ke dalam kegelapan
Di balik semua kemegahan dan kilau yang menyilaukan
Aku hanya pura-pura menjadi idola yang hancur selama ini
Aku akhirnya memahaminya sekarang—
"Kawaii" (Imut) bukanlah sihir yang bertahan selamanya
Senyuman di dalam foto polaroid itu masih terasa nyeri
Namun aku terus berjalan menyusuri lorong-lorong malam
Sampai seseorang memanggil namaku sekali lagi