
在手机上保存,获得更好体验
(Verse 1)
Dulu pamitmu, mengejar cakrawala
Katamu, riuh dunia lebih kau suka
Aku di sini, berteman sunyi dan sepi
Belajar meredam resah dengan secangkir kopi
(Pre-Chorus)
Dan hening yang susah payah kurajut
Kini kau usik dengan masa lalu yang keruh
Di antara tatapmu yang meminta-minta
Ada tanya yang tak ingin kupercaya
(Chorus)
Lantas, apa inginmu sesungguhnya?
Setelah semesta kau jelajahi dan kau merasa lelah?
Pundakku bukan tempatmu singgah 'tuk sekadar melepas penat
Lalu kembali pergi saat pagimu cerah
(Verse 2)
Lalu pesanmu datang, serupa hujan saat kemarau
Bicara tentang lelah dan langit yang tak lagi biru
Kau bilang logikamu kini tumpul dan beku
Mencari hangat pada bara yang dulu kau tiup
(Bridge)
Mungkin benar, petualangan tak selalu berujung di muara
Terkadang hanya membawa kita ke pintu yang sama
Namun bedakan antara rindu dan sekadar butuh
Sebab hatiku bukan lagi rumah yang bisa kau lupa dan sentuh
(Pre-Chorus)
Dan hening yang susah payah kurajut
Kini kau usik dengan masa lalu yang keruh
Di antara tatapmu yang meminta-minta
Ada tanya yang tak ingin kupercaya
(Chorus)
Lantas, apa inginmu sesungguhnya?
Saat semesta yang kau puja ternyata biasa saja?
Pundakku bukan tempatmu singgah 'tuk sekadar melepas penat
Lalu kembali pergi saat pagimu cerah
(Outro)
Cari apa kau di sini...?
Pada hening yang telah nyaman ini...
Pintu ini...
Tak lagi menunggumu kembali.