
在手机上保存,获得更好体验
Bangun pagi, langit kusam!
Minyak panas—pikiran tenggelam!
Negeri ini selalu mendung
Awan hitam, kabut membumbung
Wajah murung tapi tetap ramai
Sudut jalan, wajan bernyanyi
Tangan sibuk, mulut berisik
Cerita basi naikkan topik
Apa saja bisa dijualAsal panas, asal viral
Fakta mentah tanpa dikuliti
Dibumbui ego, digoreng lagi
Tak perlu benar, tak perlu nyata
Asal ramai, semua bersorak!
Republik Gorengan!
Apa pun bisa digoreng!
Ada yang kriuk, ada yang geprek
Ada yang dadakan—YA! YA! YA!
Republik Gorengan!
Tahu bulat, cilok, cimol berderet!
Teriak lantang tanpa bercermin
Lupa diri, lupa siapa diri sendiri!
Gonjang-ganjing ke sana-sini
Timeline panas, mendadak politisi
Biar kelihatan paling cerdas
Sensasi murahan jadi kompas
Isu digoreng pakai kanji
Kebohongan tampak bergizi
Sekali laku langsung habis
Tak peduli siapa yang terkikis
Like dan share jadi agama
Si paling benar di keramaian
Tak tahu apa yang dibela
Yang penting nama terpampang nyata!
Republik Gorengan!
Dari tambal ban sampai pejabat!
Republik Gorengan!
Seniman pun ikut mencelat!
Teriak kosong di persimpangan
Entah pesanan atau ikut-ikutan!
Mungkin mereka sebenarnya lapar
Lapar pujian, lapar kekuasaan
Lapar harta, lapar perhatian
Atau sekadar lapar di perut kehidupan
LAPAR PERHATIAN!
LAPAR KEKUASAAN!
LAPAR KEKAYAAN!
SEMUA DIGORENG—
TANPA KEMANUSIAAN!
Republik Gorengan!
Orang mendadak pintar berteriak!
Tak tahu apa yang dibela
Asal viral—SEMUA SAH!
Sibuk cari muka, pura-pura suci
Kumpulkan massa, cari posisi
Modal sedikit, mimpi segunung
Minyak panas—nurani tenggelam!
Republik Gorengan!
Semuanya tukang gorengan!
Republik Gorengan!
Semuanya… tukang… gorengan!