
在手机上保存,获得更好体验
(Verse 1)
Langit yang tadinya biru terang
Awan yang membentang di atas kota
Tiba-tiba pucat, kelabu datang bertandang
Kau turun satu-satu, tanpa aba-aba
(Pre-Chorus)
Suaramu di atap seng, jadi musik latar
Dunia di luar sana, mendadak pudar dan samar
Aroma tanah basah menguap, parfum paling sederhana
(Chorus)
Dan hujan pun bercerita, lewat melodi di jendela
Membawa kembali kepingan masa yang lama terlupa
Kau beriku alasan untuk tak kemana-mana
Hanya duduk dan mengenang, dalam jeda yang kau ciptakan
(Verse 2)
Jalanan yang berdebu kini telah bersih
Warna-warni payung mekar di trotoar
Aku ingat sore itu, payung kita yang tersisih
Berbagi cerita kecil, hingga malam datang membuat kita tersadar
(Pre-Chorus)
Suaramu di genting rumah, jadi orkestra alam
Memaksa mata menutup, dan pikiran tenggelam
Dalam kolase wajah dan tawa yang pernah terekam
(Chorus)
Dan hujan pun bercerita, lewat melodi di jendela
Membawa kembali kepingan masa yang lama terlupa
Kau beriku alasan untuk tak kemana-mana
Hanya duduk dan mengenang, dalam jeda yang kau ciptakan
(Bridge)
Kau tamu di musim kering, membawa rindu yang bening
Tak ada sedih yang genting, hanya hati yang menjadi hening
Mungkin kau datang untuk mengingatkan
Tentang semua yang pernah terjadi dan perlahan dilupakan
(Chorus)
Dan hujan pun bercerita, lewat melodi di jendela
Membawa kembali kepingan masa yang lama terlupa
Kau beriku alasan untuk tak kemana-mana
Hanya duduk dan mengenang, dalam jeda yang kau ciptakan
(Outro)
Rintikmu mereda...
Meninggalkan sejuk...