
在手机上保存,获得更好体验
(Verse 1)
Kau bawa pulang aroma asing
Bukan wangi hujan, bukan wangiku
Pandangmu kini kerap berpaling
Mencari langit yang tak kutuju
Kau mulai gumamkan lagu baru
Yang tak pernah kita dengar berdua
Ada semesta dalam diammu
Di mana aku tak pernah diundang
(Pre-Chorus)
Kau sebut namanya tanpa sengaja
Lalu tersenyum sembari berdusta
Ada getar lain saat kau bicara
Sebuah frekuensi yang tak kukenal
(Chorus)
Selingkuh bukanlah soal kecupan
Tapi taman rahasia kau bangun
Kau sirami bunga di sana sendiri
Sementara tamanku kau biarkan layu
Ia mencuri sepotong senja
Dari cerita yang pernah kita punya
Untuk kau bingkai di dindingnya
Meninggalkan ruang kosong di sini
(Verse 2)
Semua album foto jadi bukti
Betapa pandainya kau bersandiwara
Tawamu di sana kini melukai
Terdengar seperti gema yang hampa
Kau masih di sini, ragamu utuh
Tapi jiwamu telah lama pergi
Menjadi tamu di rumah yang runtuh
Menyisakan aku dan empat dinding sepi
(Bridge)
Patahan ini bukan di hati saja
Ia merobohkan tiang-tiang yang kupercaya
Kau tak benar-benar pergi, tapi kau tiada
Meninggalkan orang asing dengan wajah yang sama
(Pre-Chorus)
Kau sebut namanya tanpa sengaja
Lalu tersenyum sembari berdusta
Ada getar lain saat kau bicara
Sebuah frekuensi yang tak kukenal
(Chorus)
Selingkuh bukanlah soal kecupan
Tapi taman rahasia kau bangun
Kau sirami bunga di sana sendiri
Sementara tamanku kau biarkan layu
Itu mencuri sepotong senja
Dari cerita yang pernah kita punya
Untuk kau bingkai di dindingnya
Meninggalkan ruang kosong di sini
(Outro)
Dan di taman ini... aku sendiri
Menghitung kelopak yang jatuh
Aroma asing itu kini abadi
Menjadi penanda kau telah jauh