Verse 1
Pagi datang tanpa suara,
Langit mendung tak bersuara.
Langkahku lesu menyusuri luka,
Jejak kenangan yang kau tinggalkan begitu nyata.
Kita dulu semesta yang tak tergantikan,
Kini hanya bayang di ujung perasaan.
Kupeluk sunyi dalam diam panjang,
Karena namamu masih kusebut dalam bimbang.
Chorus
Untuk apa aku menyumpahimu,
Dengan kesalahanmu.
Untuk apa aku menunggu karmamu,
Dengan kebodohanmu.
Mengenangmu di dalam lagu, itu sudah cukup.
Cukup untuk membuat semua orang tahu.
Betapa hancurnya aku, kehilanganmu.
Verse 2
Waktu tak pernah benar-benar sembuhkan,
Hanya membuat luka belajar menyamarkan.
Tertawa palsu dalam keramaian,
Namun hatiku tetap tenggelam dalam bayangan.
Semua mimpi yang dulu kita tata,
Runtuh saat kau memilih pergi tanpa kata.
Dan aku di sini, masih mencoba mengerti,
Mengapa bisa sesakit ini.
Bridge
Aku tidak mati rasa,
Tapi aku dikelilingi oleh trauma.
Chorus
Untuk apa aku menyumpahimu,
Dengan kesalahanmu.
Untuk apa aku menunggu karmamu,
Dengan kebodohanmu.
Mengenangmu di dalam lagu, itu sudah cukup.
Cukup untuk membuat semua orang tahu.
Betapa hancurnya aku, kehilanganmu.
Outro
Biarlah waktu bicara pada luka,
Aku tak lagi ingin menyimpan dendam atau tanya.
Namamu masih di lagu,
Tapi tak lagi di doaku.
Chorus
Untuk apa aku menyumpahimu,
Dengan kesalahanmu.
Untuk apa aku menunggu karmamu,
Dengan kebodohanmu.
Mengenangmu di dalam lagu, itu sudah cukup.
Cukup untuk membuat semua orang tahu.
Betapa hancurnya aku, kehilanganmu.