Dulu kucoba melindungimu
Dari semua badai dunia
Kupikir kau butuh naunganku
Tapi ternyata aku yang salah
Yang kupikir rapuh ternyata baja
Kaulah yang menguatkan aku
Yang kupikir lemah ternyata perkasa
Putriku, kau mengajariku
Saat beban berat menghantam kita
Kau yang pertama bangkit berdiri
Tanpa air mata, dengan senyuman
Kau pimpin langkah tak gentar lagi
Yang kupikir rapuh ternyata baja
Kaulah yang menguatkan aku
Yang kupikir lemah ternyata perkasa
Putriku, kau mengajariku
Maafkan ayah yang tak mengerti
Bahwa dalam dirimu mengalir darah para dewi
Kekuatan wanita yang tak tertandingi
Yang membuat dunia ini terus berputar
Yang kupikir rapuh ternyata baja
Kaulah yang menguatkan aku
Yang kupikir lemah ternyata perkasa
Putriku, kau pahlawan sejati