Tika malam sunyi
Aku menyebut namamu
air mataku terjatuh menahan pilu
Tak pernah wajahmu hadir di depan mataku
Namun cintamu hidup mekar di jiwaku
Walaupun berabad jauh
walau tak pernah bersua
namun terasa cintamu
menyentuh luka di jiwa
Mengapa mataku
Berlinang deras kembali?
Mungkin kerna ku malu pada diri ini..
Kerna seringkali menjauh darimu
Namun cintamu tetap tarik memelukku
Walaupun berabad jauh
walau tak pernah bersua
namun terasa cintamu
menyentuh luka di jiwa
Rahmatmu melimpah seluruh buana
Ya rasul, Nur-mu membelai semua
Di hati ini rindu tak pernah sirna
Tunggu kami disana
Tunngu kami disana
يَا شَوْقَ قَلْبِي يَا مُنَانَا
اِنْتَظِرْنَا فِي الْعُلَا
يَا نَبِيِّ لَا تَنْسَنَا
(Terjemahan: Wahai rindu yang memenuhi hatiku, wahai harapan kami…
Nantikanlah kami di syurga yang tinggi,
Wahai Nabi, janganlah lupakan kami. )
Rahmatmu melimpah seluruh buana
Ya rasul, Nur-mu membelai semua
Di hati ini rindu tak pernah sirna
Tunggu kami disana
Tunngu kami disana
يَا رَبِّ بَلِّغْنِي لِقَاءَ الْمُصْطَفَى
وَاجْمَعْنِي بِهِ فِي الْجِنَانِ
فِي قَلْبِي شَوْقٌ لَا يَفْنَى
فَاقْبَلْ دُعَائِي وَارْحَمْنَا
(Terjemahan:
Wahai Tuhanku, temukanlah aku dengan Nabi pilihan-Mu,
dan satukanlah aku bersamanya di dalam syurga.
Di dalam hatiku tersimpan rindu yang tidak pernah padam,
maka terimalah doaku dan limpahkanlah rahmat-Mu kepada kami)