
在手机上保存,获得更好体验
“Di meja kayu kutulis namamu,
huruf kecil gemetar di bawah lampu,
surat sederhana tersimpan diam,
tak pernah sempat kuberi padamu.”
“Kertas kusam terlipat rapuh,
tinta mengalir terbawa hujan,
aku menunggu di koridor sepi,
namun jawaban tak pernah datang.”
“Surat yang tak pernah dibaca,
tertinggal di antara halaman,
cinta yang tak pernah terucap,
hanya jadi bayangan.”
“Di ruang kelas kusimpan rahasia,
di balik buku catatan tua,
namamu tetap di sana tergores,
meski tak pernah kau lihat lagi.”
“Surat itu masih ada,
tersembunyi di antara lembaran,
menunggu waktu yang tak pernah tiba,
menunggu matamu yang tak pernah membaca.”
“Surat yang tak pernah dibaca,
tertinggal di antara halaman,
cinta yang tak pernah terucap,
hanya jadi bayangan.”