Resonansi Cahaya (Explicit)-Dikha Thannassis

Resonansi Cahaya (Explicit)

时间:2026-03-05

    使用手机浏览器「扫一扫」

    在手机上保存,获得更好体验

标签
歌词

Resonansi Cahaya

(Kiasan Ilahi – Versi Kontemplatif)

Verse 1

Di ambang sunyi aku ditunggu cahaya

Tak bernama, namun mengenalku sempurna

Ia bergetar sebelum aku meminta

Menyentuh jantung waktu, membuka rahasia

Bukan suara, bukan rupa

Ia datang sebagai rasa

Mengalir di sela napas

Mengingatkanku pada asal mula

Pre-Chorus

Tak kupeluk, tapi Ia memelukku

Tak kupanggil, tapi Ia memanggilku

Di tiap retak yang kupelihara

Ia tumbuh menjadi cahaya

Chorus

Terpujilah Cahaya, sumber segala cahaya

Yang bersemayam di balik segala bentuk

Tubuhku luruh dalam pelukan-Nya

Seperti besi leleh dalam medan kasih

Ia tak datang untuk dilihat mata

Ia hadir agar aku lenyap sebagai aku

Dan pulang sebagai rasa

Yang tak lagi terpisah dari semesta

Verse 2

Kupikir aku berjalan menuju-Nya

Ternyata aku sedang diantarkan

Setiap langkah adalah undangan

Setiap jatuh adalah panggilan

Getar ini bukan milikku

Ia hanya singgah di dadaku

Mengubah beban menjadi bening

Mengubah luka menjadi benih

Pre-Chorus (ulang)

Di mana aku berakhir

Di sanalah Ia bermula

Saat semua nama runtuh

Yang tersisa hanyalah rasa

Chorus (ulang)

Terpujilah Cahaya, sumber segala cahaya

Yang bersemayam di balik segala bentuk

Tubuhku luruh dalam pelukan-Nya

Seperti besi leleh dalam medan kasih

Ia tak datang untuk dilihat mata

Ia hadir agar aku lenyap sebagai aku

Dan pulang sebagai rasa

Yang tak lagi terpisah dari semesta

Bridge

Ia setetes samudra di ujung sadar

Ia hening yang membuat gemetar

Jangan tanya mengapa air mata jatuh

Itu hanya debu yang ingat pada langit

Outro (mantra lirih)

Teruslah mengalir… wahai Cahaya

Larutkan aku hingga tak bersisa

Bukan aku… bukan milikku…

Hanya Engkau… tanpa kata… tanpa jarak…

Cahaya…

Cahaya…

展开显示全部歌词