Berkunjunglah ke jantungku
Bukan sebagai tamu,
Tetapi sebagai pemilik rumah,
Sebab di sana kau yang akan tinggal selamanya
Kau menyukaiku tanpa sepatah kata,
Aku menyukaimu dengan satu kata
Yang tak pernah patah
Aku membangun rumah dengan tulang rusukku,
Dan dadamu adalah dinding
Tempat seluruh lukisan dan potret bahagia.
Aku berharap mampu memundurkan waktu
Sehingga aku bisa bertemu denganmu
Meluangkan waktu lebih banyak bersamamu
Aku membangun rumah dengan tulang rusukku,
Dan dadamu adalah dinding
Tempat seluruh lukisan dan potret bahagia.
Semoga kelak selimutku adalah dirimu
Yang senantiasa menghangatkanku
Di kala dingin menyerang tubuh dan jiwaku
Aku membangun rumah dengan tulang rusukku,
Dan dadamu adalah dinding
Tempat seluruh lukisan dan potret bahagia.