MAHKOTA
Terima kasih atas pertemuan yang tak terduga
Yang mampu mewarnai hati yang suram
Semoga semuanya menjadi realita
Bukan semu semata
Berawal dari cerita yang pilu, menggetarkan jiwa
Menghujam tepat Nurani
Kisah yang ironi tentang konflik tiada tara
Tentang seorang anak manusia, terpaksa dewasa dan kehilangan cinta
Membuatku terpana akan realita dunia
Tentang apa itu keluarga, apa itu cinta
Tatapan matamu menyiratkan kesepian mendalam
yang dilukis senyum menawan
kebohongan yang terpaksa dipendam
tanpa ada tempat yang nyaman
aku duduk menyaksikannya, tersadar akan semua
haruskah kau memaksakan tawa
kemarilah bersandar padaku
kita hadapi berdua takdir itu
hari hari kita lewati Bersama
rasa ini semakin tumbuh kian harinya
kau juga terlihat Bahagia
kuharap bertahan selamanya
namun bukan kita sang penulis naskah
begitu cepat tak terkira
merusak segalanya
memaksa diri tuk mengalah
membuat hati merekah
seolah semuanya pecah
bertanya pada dunia
apa arti dari semuanya
aku berharap kita akan Bersama pada akhirnya
membuat sebuah rumah dengan atap yang aman
penuh rasa nyaman
membuat pulang tanpa keraguan
barusan aku bermimpi tentang mu, kau menangis bersandar dibahuku sambil berkata. Aku pulang
sekejap aku langsung terbangun, sambil tersenyum miring. Bertapa bahagianya saat itu, walau Cuma sesaat
kuharap ini pertanda karena, aku tak sanggup sendirian