
在手机上保存,获得更好体验
(verse 1)
langkahku terhenti, di antara keramaian
rasa lelah yang tak terbayang, menyelimuti
dalam pilu ratapan senja, yang ku sembunyikan
masih tertinggal luka, yang kau gores saat itu.
(pre-chorus)
ada isak tangis, yang selalu ku tahan
rasanya semakin sesak, saat ada keraguan
apakah esok aku bisa, selalu ceria kembali ?
seperti, senyum yang tertutup kabut
(chorus)
aku berjalan, dengan tawa yang memudar
aku bertahan, dalam linangan air mata
mencari sela dalam setiap, keheningan malam
memupuk hati untuk bisa, kembali tersenyum.
(verse 2)
langkahku berat, di antara kisahku
Menyimpan duka lara, di palung terdalam
Senyuman itu tak bisa, menutupi semua perih
masih tertinggal rasa, yang kau tanam di hatiku.
(pre-chorus)
ada isak tangis, yang selalu ku tahan
rasanya semakin sesak, saat ada keraguan
apakah esok aku bisa, selalu ceria kembali ?
seperti, senyum yang tertutup kabut
(chorus)
aku berjalan, dengan tawa yang memudar
aku bertahan, dalam linangan air mata
mencari sela dalam setiap, keheningan malam
memupuk hati untuk bisa, kembali tersenyum.
(outro)
dan aku tetap bersandar,
pada keteguhan hati,
dengan harapan pada kisah,
yang baru yang lebih baik.