
在手机上保存,获得更好体验
First I wanna thank God for keep me through it
Life's problem no matter which POV that you view it
Overthink isi otak sperti suara peluit
Selalu dipersulit perlebar di thread bercuit
Jungkir balik berpikir betapa sulitnya bernafas
Harus penuhi taraf atau dicemooh makian paragraf
Dari saudara, tetangga, teman atau orang tak dikenal
Minimal diam kawan, andai hidupku bisa kurental
Tak punya nalar ? Atau memang mulut gatal
Aku survive di tengah malam saat kau mencium bantal
Semua tercukupi tak pernah lewati masa kritikal
Hanya kritik dari mulut sampah baiknya disumpal
Ada yang janggal ? Tambal pake receh
Hasil money laundry, jutaan mah angka remeh
Ide yang banjiri rongga
Hari yang ku jalani tak semata tuk hibur warga setempat
Jelas kan apa peranku di matamu hey penggertak
Tapi tak punya nyali hingga kau putarkan fakta
First I wanna thank God for keep me through it
Life's problem no matter which POV that you view it
Pasang kacamata, aku masih ada
Aku masih tak henti untuk berani melangkah
Aku abadi bukan artefak
Terjatuh itu pasti tapi aku tetap bergerak
Menembus atmosfir bagai ku roket milik Tesla
Masa depanku tergambar kau sebut aku ini peta
Api ku takkan pernah padam hingga berganti era
Meski badai hantam aku teguh hingga hujan reda
Semua tercukupi tak pernah lewati masa kritikal
Hanya kritik dari mulut sampah baiknya disumpal
Ada yang janggal ? Tambal pake receh
Hasil money laundry, jutaan mah angka remeh
***** be humble ! Sperti yang K.Dot bilang
Kau attention seeker tapi skillmu tanda silang
Jarak yang kutempuh selamaku bernafas
Takkan goyahkanku tuk diam di bawah batas
Mengejar impian, ragu kusingkirkan
Berdiri dan bangkit meski gagal sudah kesekian
konversi resah dan ragu jadi energi
Mengatur siasat saat aku melangkahkan kaki
Semua tercukupi tak pernah lewati masa kritikal
Hanya kritik dari mulut sampah baiknya disumpal
Ada yang janggal ? Tambal pake receh
Hasil money laundry, jutaan mah angka remeh
Meski ada kala ku sejenak ingin menyendiri
Sifat negatif halangi kuterus rendahkan diri
Bertanya kepada diri, mengapa aku apatis
Mengapa semua momentum buatku semakin krisis
Mengapa benak ini bandingkanku dengan yang lain
Mengapa fisikku lemah dan psikis menyiksa setiap kali