Tarik napas…
Lihat ke dalam dirimu…
Kamu bukan diciptakan lembek.
Kamu… ditempa dari api.
Besi di tanganmu bukan benda mati —
Itu bagian dari jiwamu yang membara.
Langkahmu menghentak lantai seperti perang.
Nafasmu adalah dentuman genderang.
Lanjutkan! Angkat lagi!
Tubuh ini bukan mainan,
Ini mesin yang terus dibangun!
Darahmu panas —
Karena kamu… ditempa dari api.
DITEMPA DARI API!
AKU TAK TERBAKAR!
DITEMPA DARI API!
KU JADI MONSTER YANG SABAR!
AKU KUAT, TAK TERKALAHKAN!
AKU PEJUANG YANG DICIPTA UNTUK MENANG!
Ditempa! Ditempa! Dari api!!
Saat yang lain tidur — kamu membakar malam.
Saat yang lain lelah — kamu naik level!
Tulangmu keras, ototmu baja,
Tapi mentalmu… itu intinya!
Lawan! Lawan rasa takutmu!
Kamu bukan pecundang.
Kamu bukan penonton.
Kamu adalah pertarungan itu sendiri.
Dan kamu… ditempa dari api.
Keringatmu bukan sia-sia...
Setiap luka, setiap nyeri,
adalah tanda kamu bertumbuh.
Karena besi tak dibentuk tanpa panas.
Dan kamu...
adalah mahakarya bara.
DITEMPA DARI API!
AKU TAK MELEMAH!
AKU MAKIN KUAT SETIAP DETIK BERLALU!
INI ARENAKU! INI KERAJAANKU!
AKU RAJA PERANG!
DITEMPA DARI API!!
AKU KUAT!
AKU TEGAR!
AKU MEMBAKAR!!
Dan saat semua diam…
Saat dunia berhenti…
Kamu masih di sana.
Berdiri…
Tegap…
Ditempa dari api.