
在手机上保存,获得更好体验
Tak pernah kuduga akhirnya begini,
Dua hati saling mencintai, tapi tak bisa menyatu.
Mungkin kita terlalu keras bertahan,
Tanpa pernah belajar untuk mengalah...
Kita berdiri di dua sisi,
Cinta tersimpan tapi tak terpahami.
Kata-kata kita menjadi dinding,
Tertutup ego yang tak mau hilang.
Aku mencintaimu, kau mencintaiku,
Tapi luka ini tak kunjung berlalu.
Seakan tangan kita tak bisa meraih,
Jembatan hati yang terus runtuh sendiri.
Selamat tinggal cinta yang kuimpikan,
Kita kalah oleh rasa yang kita banggakan.
Air mata ini menjadi saksi,
Betapa kerasnya ego melukai hati.
Mungkin, kita tak harus saling menyakiti...
Setiap janji perlahan memudar,
Hilang di ruang yang makin hambar.
Kau dan aku saling menyalahkan,
Tak ada yang mau menundukkan kepala.
Aku mencintaimu, kau mencintaiku,
Tapi luka ini tak kunjung berlalu.
Seakan tangan kita tak bisa meraih,
Jembatan hati yang terus runtuh sendiri.
Selamat tinggal cinta yang kuimpikan,
Kita kalah oleh rasa yang kita banggakan.
Air mata ini menjadi saksi,
Betapa kerasnya ego melukai hati.
Jika waktu bisa terulang kembali,
Aku ingin belajar tuk mengerti.
Namun kini hanya doa yang tersisa,
Semoga kau bahagia meski bukan denganku.
Selamat tinggal cinta yang kuimpikan,
Kita kalah oleh rasa yang kita banggakan.
Air mata ini menjadi saksi,
Betapa kerasnya ego melukai hati.
Kini aku hanya berdiri sendiri,
Di tempat di mana kita pernah berbagi.
Hanya bayanganmu yang menemani,
Kenangan cinta yang tak bisa bersatu lagi...