
在手机上保存,获得更好体验
Tubuhku kebas. Terlentang diatas Kasur.
Lemas hilang tenggelam.
Di luar, dingin. Beberapa angin nakal meraba-raba.
Mencari dimana dia. Aku ingin tersenyum.
Rambutku terurai ganggu telinga, beri bisik
“tak malukah kau padanya yang mengkhawatirkanmu, menjaga keamanan dan kebahagiaan.”
Rambutku nakal merambat ke mulut, Ia sentuh air liur hingga aku ingin muntah. Masuk melewati tenggorokan, leherku terasa penuh. Makin dalam menyentuh dada. Di tempat itu biasa ia suka menghisap. Lembut tapi pedih. Ia kian kurang ajar melilit lambung. sakit
Aku ingin menangis,
Lelah. Tangan tolonglah,
Tarik rambut itu. Dia jahat
Hal apa yang lebih jahat dari rambut yang ingin menguasai Rahim
Sakit. Tolong hentikan. Mulutku robek.
Tolong hentikan. Berikan aku ampun.
Ayah,
Tolong
Ayah
Tolong
Rambut zizi jahat.
Melilit masuk,
Mulut zizi bisa robek.
Ayah
Tolongayahtolongrambut ziziayahtolong
Tolongnakalayahtolongcabutayah
TolongTarik ayahTariktolong
Tolongzizisakittolongayah
Ayah dimana?Tolongayah
Tolongdatangtolong
Tarik rambut zizi ayah.sakit
Tolong.
Ayah.
Jika itu maumu aku telan. aku habiskan kau. Aku gigit Aku paksa rahangku gerak.
Harus gerak.
Mataku mendelik. Sakit. Air liurku membanjir. aku benci kau Aku marah pada tiap helai. Kau penipu. Kau bukanlah lebah.
Aku lemas.Seluruh tubuhku kebas. Aku terbaring di atas Kasur. Tidak bergerak tidak mati.
Tapi tenggelam.
Ibnu Musa | 08 Oktober 2019