
在手机上保存,获得更好体验
Ku susun puisi dari darah dan peluh
Tapi kau pilih kilau emas di tangan yang rapuh
Cintaku tulus bagai bunga di tebing
Namun kau naksir dompet bukan hati yang bergetar
Ku lawan badai demi senyummu yang semu
Tapi kau terpana pada gemerlap mobil baru
Jiwaku ku beri ku ukir di malam kelam
Namun kau bilang cinta tak bisa beli susu
Pernah berjuang tapi kalah sama yang beruang
Hati ku junjung kau buang demi tabungan
Jangan bilang cinta kalau dompet yang kau puja
Cintaku mawar kau pilih kertas di neraca
Pernah berjuang tapi kalah sama yang beruang
Ku beri jiwa kau pilih harta yang fana
Jangan panggil sayang kalau kau buta pada tulus
Cintaku tenggelam di lautan materialismus
Ku bukan pangeran dengan istana megah
Tapi ku tawarkan hati bukan cuma gengsi semua
Kau pilih dia yang menabur janji plastik
Cintaku kau ludahi demi tabungan yang asik
Lelah ku mengejar bayangmu yang buta
Cinta ini bukan amal untuk hati yang lupa
Kau ingin kemilau ku ingin yang nyata
Tapi ku kalah di neraca dunia yang fana
Pernah berjuang tapi kalah sama yang beruang
Hati ku junjung kau buang demi tabungan
Jangan bilang cinta kalau dompet yang kau puja
Cintaku mawar kau pilih kertas di neraca
Pernah berjuang tapi kalah sama yang beruang
Ku beri jiwa kau pilih harta yang fana
Jangan salahkan aku kalau ku lepas mimpimu
Cinta yang tulus kau tukar dengan fatamorgana