Verse 1
Hey! Lihat jam dinding terus berputar
Setiap notifikasi, bukan dari getar hatimu yang terpancar
Kutulis pesan panjang, kau balas singkat saja
Seperti sinyal Wi-Fi yang kadang hilang tiba-tiba
Pre-Chorus
Kuyakin ada celah, sedikit ruang di sana
Kuberikan semua perhatian, tak pernah setengah-setengah
Tapi kenapa matamu selalu melihat ke arah lain?
Seolah aku transparan, tak kasat mata, makin perih!
Chorus
Aduh... detik demi detik, waktu terus berlalu
Bersamamu, kasih... ternyata sia-sia belaka
Hatiku merana... cintaku bertepuk sebelah tangan
Buang-buang waktu saja... dirimu tak pernah ada rasa... padaku...
(Interlude)
Verse 2
Kita nongkrong sampai malam, cerita ini itu
Kau tertawa lepas, tapi bukan karena sesuatu yang kukirim waktu itu
Kucoba jadi pendengar terbaik, selalu ada saat kau butuh
Tapi perhatianmu padaku, seperti diskon yang tak pernah ketemu
Pre-Chorus
Kuyakin ada celah, sedikit ruang di sana
Kuberikan semua perhatian, tak pernah setengah-setengah
Tapi kenapa matamu selalu melihat ke arah lain?
Seolah aku transparan, tak kasat mata, makin perih!
Chorus
Aduh... detik demi detik, waktu terus berlalu
Bersamamu, kasih... ternyata sia-sia belaka
Hatiku merana... cintaku bertepuk sebelah tangan
Buang-buang waktu saja... dirimu tak pernah ada rasa... padaku...
(Bridge)
Mungkin memang salahku, terlalu berharap lebih
Dari senyum ramahmu yang ternyata biasa saja, aduh perih!
Kini kusadari, cintaku ini bagai layangan
Kau pegang talinya, tapi hatimu tak pernah Ku genggam
Chorus
Aduh... detik demi detik, waktu terus berlalu
Bersamamu, kasih... ternyata sia-sia belaka
Hatiku merana... cintaku bertepuk sebelah tangan
Buang-buang waktu saja... dirimu tak pernah ada rasa... padaku...