Dalam sunyi yang tak berbagi bayang,
terdengar seruan tentang Yang Maha Esa,
tiada sekutu dalam luas dan terang,
tiada banding dalam kuasa-Nya.
Ia tak berawal, tak pula berakhir,
bukan lahir dari waktu yang fana,
segala makhluk datang dan menyingkir,
sedang Dia kekal selamanya.
Tiada anak, tiada diperanakkan,
tiada serupa dalam rupa dan sifat,
akal tunduk saat hati disadarkan,
bahwa mutlak-Nya melampaui isyarat.
Makna tersiratnya meneguhkan jiwa,
bahwa tauhid bukan sekadar kata,
melainkan ikhlas dalam tiap doa,
menyatu lurus hanya kepada-Nya.