Putih abu-abu, kaku di badan
Aroma buku baru dan pengharapan
Mentari pagi menyapa ragu
Saat kakiku lewati gerbang itu
Lautan wajah tanpa nama
Bertukar sapa yang bukan untukku
Kulihat tawa di setiap sudut...
Bisik-bisik terdengar mengisi riuh...
Harus ke mana kaki ini 'ku bawa?
Pada siapa senyum ini 'kan berlabuh?
Dan aku di sini, di persimpangan hari pertama
Berdiri canggung di koridor yang asing
Tersesat di antara ratusan cerita yang akan tercipta
Bingung harus mulai dari mana, menyapa siapa
Hanya heningku yang berisik, di tengah riuh dunia
Sebuah awal yang terasa… begitu sepi…
Kusandarkan punggung pada dinding yang dingin
Berpura-pura menyatu, mencoba tak terlihat
Lalu mataku tak sengaja menangkap satu sosok
Memandang lantai dengan cemas… kita sama tersesat…
Kulihat tawa di setiap sudut...
Bisik-bisik terdengar mengisi riuh...
Mungkinkah dia juga bertanya yang sama?
Pada siapa senyum ini 'kan berlabuh?
Dan aku di sini, di persimpangan hari pertama
Berdiri canggung di koridor yang asing
Tersesat di antara ratusan cerita yang akan tercipta
Bingung harus mulai dari mana, menyapa siapa
Hanya heningku yang berisik, di tengah riuh dunia
Sebuah awal yang terasa… begitu sepi…
Mungkin takut ini bukan hanya milikku…
Mungkin semua orang di sini simpan ragu yang sama…
Di balik seragam yang rapi, di balik senyum yang terpaksa
Kita semua hanya butuh satu tarikan napas…
Untuk beranikan diri… menulis babak pertama…
Dan kita di sini, di persimpangan hari pertama!
Berdiri canggung di koridor yang asing…
Siap menjadi bagian cerita yang akan tercipta!
Tak perlu tahu mulai dari mana, menyapa siapa…
Biarkan hening ini menjadi jeda… sebelum riuh dunia…
Menjadi awal yang tak lagi terasa sepi…
Dan cerita pun… dimulai…