
在手机上保存,获得更好体验
Aku melihatmu hancur di hadapanku,
Tangisanmu menusuk jiwaku yang beku.
Kau yang ku cinta, terluka oleh dustanya,
Tertinggal sendiri, tersapu dalam derita.
Kau bisikkan rasa sakit yang tak terucap,
Aku ingin menghapus semua yang kau pendam.
Dia menghancurkanmu, menoreh luka di hatimu,
Dan aku berdiri, menyaksikan kau rapuh.
Ku ingin membalut perih, ku ingin kau kembali,
Namun luka itu begitu dalam, kau tak bisa berdiri.
Bayang-bayangnya masih menghantui langkahmu,
Ketakutan membelenggu setiap nafasmu.
Kau adalah terang yang kini redup oleh dusta,
Tersiksa, terbelenggu, oleh janji-janji yang sirna.
Di balik tatapan kosongmu, ku tahu kau menangis,
Aku di sini, mencoba menjadi pelindungmu.
Dia menghancurkanmu, menoreh luka di hatimu,
Dan aku berdiri, menyaksikan kau rapuh.
Ku ingin membalut perih, ku ingin kau kembali,
Namun luka itu begitu dalam, kau tak bisa berdiri.
Biar ku bawa rasa sakitmu,
Biarkan aku yang hancur untukmu.
Aku takkan biarkan kau terjatuh lagi,
Di sisiku, kau akan sembuh dan berdiri.
Dia menghancurkanmu, menoreh luka di hatimu,
Dan aku berdiri, menyaksikan kau rapuh.
Ku ingin membalut perih, ku ingin kau kembali,
Namun luka itu begitu dalam, kau tak bisa berdiri.
Dia menghancurkanmu, menoreh luka di hatimu,
Dan aku berdiri, menyaksikan kau rapuh.
Ku ingin membalut perih, ku ingin kau kembali,
Namun luka itu begitu dalam, kau tak bisa berdiri.