(Verse 1)
Di depan cermin aku merakit diri
Memilih topeng untuk hari ini
Satu sisi halus, putih tanpa cela
Sempurna untuk dunia yang melihatnya
Tapi ada benang kusut yang tersembunyi
Di separuh wajah yang tak kuakui
Kau lihat senyumku yang terpoles rapi
Tak tahu di balik mata ini sepi
(Pre-Chorus)
Semakin lama terasa berat
Topeng porselen yang kian melekat
Antara nyata dan sandiwara
Di mana batasnya? Aku lupa.
(Chorus)
Ini bukan wajahku, hanya rajutan benang
Menutupi luka agar terlihat tenang
Separuh porselen, separuh keraguan
Dan di tengahnya... hanya ada kehampaan.
(Verse 2)
Mereka bilang ini yang terbaik
Senyum *filter* di foto, tak pernah terkoyak
Mereka memuji topeng porselenku
Tak ada yang tanya,"Apa yang hilang darimu?"
Sisi rajutan ini makin erat
Membungkus suara hati yang berkarat
Aku ingin jujur, ingin kubuka
Tapi takut jika topengnya pecah.
(Pre-Chorus)
Semakin lama terasa berat
Topeng porselen yang kian melekat
Antara nyata dan sandiwara
Di mana batasnya? Aku lupa.
(Chorus)
Ini bukan wajahku, hanya rajutan benang
Menutupi luka agar terlihat tenang
Separuh porselen, separuh keraguan
Dan di tengahnya... hanya ada kehampaan.
(Bridge)
Jika aku cabut semua benang ini
Apa yang tersisa di balik sunyi?
Mungkin hanya sketsa wajah yang kelam
Lubang di dada, yang tak bisa teredam.
Aku tak bisa lari, tak bisa kembali
Topeng dan wajah, kini sudah menyatu
(Chorus)
Ini bukan wajahku, hanya rajutan benang
Menutupi luka agar terlihat tenang
Separuh porselen, separuh keraguan
Dan di tengahnya... hanya ada kehampaan.
(Outro)
Hanya ada kehampaan...
Topeng porselen...
Hanya rajutan benang...
*(Musik mereda, meninggalkan gema kata 'kehampaan')*