Yeah…
Katanya nggak iri
Tapi kok tiap gue naik, lo jadi sunyi?
Dulu ketawa bareng, bilang “gas terus bro”
Sekarang muka beda tiap gue mulai grow
Komentar manis di depan mata
Belakang cerita beda narasinya
Katanya support, katanya bangga
Tapi tiap update gue, lo hilang entah ke mana
Bilang hidup santai, nggak suka banding
Tapi tiap pencapaian orang lo yang paling pusing
Ngaku fokus sama jalan sendiri
Tapi sibuk banget ngamatin kiri kanan tiap hari
Sedikit sindir bilang cuma bercanda
Tapi nadanya beda, keliatan maksa
Katanya nggak iri, katanya santai
Tapi kok gelisah tiap gue naik?
Katanya nggak peduli, biasa aja
Tapi nama gue terus lo bawa-bawa
Katanya dewasa, katanya matang
Tapi lihat orang maju langsung tegang
Tenang aja, nggak usah pura-pura
Kalau panas bilang aja, nggak apa-apa juga
Senyum tipis tapi hati kebakar
Bilangnya netral, padahal sadar
Setiap pencapaian lo nilai keberuntungan
Padahal gue begadang ngerakit bangunan
Ngomong, “ah itu biasa” dengan nada ringan
Padahal dalam hati bikin tekanan
Bilang rezeki ada yang atur
Tapi doa lo semoga orang lain mundur
Tenang, ini bukan perang
Cuma lagu biar pikiran lo terang
Kalau memang tulus, lo bakal clap
Bukan cari celah buat bikin drop
Yang asli support nggak pilih momen
Yang iri biasanya paling vokal komen
Kalau hati bersih nggak perlu defensif
Yang merasa kena biasanya refleks reaktif
Jadi sebelum bilang lo nggak iri
Pastikan hati lo damai sendiri
Karena yang nyaman sama hidupnya
Nggak sibuk ngitung langkah orang lainnya.