
在手机上保存,获得更好体验
(Verse 1)
Kulihat caramu memandang senja di Losari
Kau teka-teki indah yang sulit kumengerti
Tawamu renyah seringkali tanpa sebab
Tangismu tiba-tiba pecah saat malam senyap
(Pre-Chorus)
Kadang aku tak mengerti, inginmu ke mana
Logikaku yang sederhana, mencoba membaca semua
Tapi kau bukan barisan rumus matematika
Kau adalah seni, yang butuh dipahami dengan rasa
(Chorus)
Kau tercipta dari rusuk yang katanya bèngkok
Jika dikerasi maka patah, hatimu akan remuk
Jika dibiarkan saja, arahmu takkan terketuk
Maka kujaga dirimu dengan caraku, yang lemah lembut
(Verse 2)
Pernah kucoba dengan nada tinggi dan memaksa
Kau bangun benteng sunyi, menutup semua rasa
Pernah juga kuabaikan, seolah tak mengapa
Luka kecil tumbuh dalam diam dan menyiksa jiwa
(Pre-Chorus)
Kadang aku tak mengerti, inginmu ke mana
Logikaku yang sederhana, mencoba membaca semua
Tapi kau bukan barisan rumus matematika
Kau adalah puisi, yang butuh dibaca dengan jiwa
(Chorus)
Kau tercipta dari rusuk yang katanya bèngkok
Jika dikerasi maka patah, hatimu akan remuk
Jika dibiarkan saja, arahmu takkan terketuk
Maka kujaga dirimu dengan caraku, yang lemah lembut
(Bridge)
Bukan tugasmu untuk menjadi lurus sempurna
Bukan hakku memahatmu sesuai apa yang kuminta
Aku di sini untuk berjalan di sampingmu
Menjadi penuntun saat kau ragu
(Outro)
Kan kubisikkan semua nasehatku dengan lembut
Menjagamu hangat di dalam dekap dan peluk
Sebab mematahkanmu adalah sebuah kehilangan
Dan membiarkanmu bukanlah sebuah pilihan