Kita berjalan di garis yang tak punya nama,
Tak bertanya, tak menjawab, hanya merasa.
Semesta menyimpan terlalu banyak tanda,
Sementara kita sibuk berpura-pura bahagia.
Kadang kusuka, kadang kubenci,
Ruang ini nyaman, tapi tak pasti.
Apa kita ini setengah cerita?
Seperti senja yang takut menjadi malam.
Ada rindu, tapi tak punya rumah,
Apa kita ini teka-teki tak lengkap?
Seperti kapal yang enggan tuk berlabuh.
Ada cinta, tapi tak mau mengucap.
Waktu menulis, kita membaca di tengah,
Tapi tak ada akhir yang bisa kita reka.
Kau di sana, aku di sini, kita saling jaga,
Tapi siapa yang sebenarnya menahan luka?
Kadang ingin, kadang enggan,
Berjalan jauh tapi tak bertahan.
Apa kita ini setengah cerita?
Seperti senja yang takut menjadi malam.
Ada rindu, tapi tak punya rumah,
Apa kita ini teka-teki tak lengkap?
Seperti kapal yang enggan tuk berlabuh.
Ada cinta, tapi tak mau mengucap.
Mungkin kita hanya alur,
Saling tunggu, tak sampai.
Jika ini bukan cinta,
Kenapa masih menahan?
Apa kita ini setengah cerita?
Seperti senja yang takut menjadi malam.
Ada rindu, tapi tak punya rumah,
Apa kita ini teka-teki tak lengkap?
Seperti kapal yang enggan tuk berlabuh.
Ada cinta, tapi tak mau?
Kita hanya bayang-bayang,
Menunggu terang yang tak datang.
terjebak di ruang tanpa nama
ada tapi hanya samar